Tips Memberi Nama Anak

Anak merupakan suatu karunia dari Allah SWT yang tak ternilai harganya. Sebagai ungkapan rasa syukur kepada-Nya dapat dilakukan dengan memberikan nama yang baik. Nama juga merupakan tanda untuk dikenali orang lain. Selain ungkapan syukur memberikan nama yang baik merupakan salah satu dari lima kewajiban orang tua kepada anak. Nama juga merupakan suatu doa dan harapan yang diinginkan orang tua kepada anak kelak saat tumbuh dewasa.

Sebagai umat islam kita wajib memberikan nama yang baik kepada anak. Tidak hanya baik dalam artian terdengar keren, kekinian, atau terkesan modern, nama yang baik ialah nama yang mengandung makna. Islam juga melarang memberikan seorang nama yang buruk, hal tersebut dicontohkan oleh Rasulullah SAW dengan merubah orang-orang dengan nama yang bermakna buruk dan menggantinya dengan nama bermakna baik (diriwayatkan dalam hadits At Tirmidzi).

٢٠٧ -كَانَ يُغَيِّرُ اْلاِسْمَ الْقَبِيْحَ إِلٰى اْلاِسْمِ الْحَسَنِ

Dari Aisyah ra, ia berkata :

“Sesungguhnya Rasulullah SAW. merubah nama-nama yang jelek menjadi nama-nama yang baik.” (HR. At-Tirmidzi)

 

Berikut ini tips-tips lain dalam memberi nama anak:

 

Nama dengan Makna yang Baik

Selain baik dalam pengucapan, sebuah nama untuk anak seharusnya bermakna baik pula. Orang tua harus mengetahui apa makna atau arti nama anak tersebut. Selain itu makna yang terkandung juga sebaiknya memiliki nilai syar’i, sebagai penanda bahwa ia beragama islam. Misalnya dengan memberi nama “Lathif” yang merupakan salah satu kata dari asmaul husna dan memiliki makna lembut. Dengan nama lathif diharapkan anak tersebut dapat tumbuh menjadi seorang manusia berhati lembut dan tutur kata yang lembut pula.

 

Nama dari Tokoh Muslim

dari hadits Mughiroh bin Syu’bah radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, ia bersabda:

أنهم كانوا يسمون بأسماء أنبيائهم والصالحين (رواه مسلم).

Sesungguhnya mereka memberikan nama (pada anak-anak mereka) dengan nama-nama para nabi dan orang-orang sholih” (HR. Muslim).

Dengan memberi nama yang sama dengan nama tokoh muslim yang merupakan orang-orang sholih, diharapakan seorang anak kelak dapat meniru dan memiki sifat maupun akhlak yang sama baiknya. Misal dengan menamai anak “umar”, berharap agar kelak ia dapat menjadi seorang pemimpin yang tegas layaknya umar bin khatab.

 

Waktu Pemberian nama

Pemberian nama disunnahkan dilaksanakan pada hari ketujuh bersamaan dengan pelaksanaan sunnah aqiqah. Hal ini berdasarkan hadits

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى »

Dari Samuroh bin Jundub, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, digundul rambutnya dan diberi nama.” (HR. Abu Daud no. 2838, An Nasai no. 4220, Ibnu Majah nol. 3165, Ahmad 5/12. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Bagikan kabar baik ini :)

Tentang Penulis

ummiaqiqah