QnA: Tanya Jawab Seputar Aqiqah –  Part 2

Artikel ini kelanjutan dari sesi tanya jawab sebelumnya (QnA Part 1) Sebagai jasa layanan aqiqah profesional yang sudah 5 tahun membantu melaksanakan ibadah Aqiqah, Ummi Aqiqah akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang biasa ditanyakan pelanggan kami seputar.

Banyak yang biasanya ditanyakan oleh pelangan setia kami  mengenai aqiqah, biasanya pertanyaannya mengenai hewan aqiqah, jumlah yang akan dikurbankan untuk aqiqah, hingga rekomendasi menu yang paling cocok sebagai hasil olah kambing aqiqah. Kami kuumpulkan pertanyaan-pertanyaan yang biasa ditanyakan untuk mempermudah anda. Berikut beberapa pertanyaan seputar aqiqah di Ummi Aqiqah:

Q: Apakah di Ummi Aqiqah pelanggan  bisa memilih sendiri kambing yang diinginkan?

A: Di Ummi Aqiqah pelanggan sangat dipersilahkan untuk memilih hewan aqiqah sesuai yang anda inginkan langsung dari kandang milik kami. Jika memang memuungkinkan, kami juga mempersilahkan pelanggan menyembelih hewan aqiqah sendiri.

 

Q: Menu masakan apa ya yang paling enak di ummi aqiqah?

A: Ummi Aqiqah menyediakan berbagai macam menu pilihan mulai dari menu otentik aqiqah yakni sate dan gule, serta menu lain diantaranya tongseng, rendang, sop kambing, krengsengan, teriyaki dan barbeque

 

Q: Apakah Ummi Aqiqah bisa mengirim pesanan langsung ke tempat kami?

A: Sangat bisa dan semua ongkos kirim kami gratiskan.

 

Q: Berapa lama maksimal pemesanan aqiqah di Ummi Aqiqah?

A: untuk dapat melayani anda secara maksimal, layanan kami mengusahakan pelanggan untuk dapat memesan bahkan H-1 sebelum acara.

 

Q: Apakah boleh aqiqah untuk diri sendiri?

A: Aqiqah merupakan ibadah sunnah yang dilakukan orang tua sebagai bentuk syukur atas diberikannya keturunan oleh Allah SWT, sehingga aqiqah menjadi tanggungan orang tua ( meski tidak wajib). Lalu bagaimana apabila pada saat bayi belum aqiqah? Aqiqah bisa dilakukan oleh orang tuanya kepada anak tapi untuk mengaqiqahkan diri sendiri tidak terdapat dalil yang menjelaskannya. Lalu bagaimana hukumnya? Beberapa ulama memiliki pendapat membolehkan tetapi pahalanya dihitung sodaqoh, bukan suatu sunnah.

 

Itu tadi beberapa pertanyaan yang paling sering diajukan pelanggan kami seputar aqiqah. Semoga artikel yang kami tulis dapat membantu memudahkan ibadah aqiqah anda.

 

Bagikan kabar baik ini :)

Tentang Penulis

ummiaqiqah