Pilih Hewan Untuk Aqiqah, Kambing Atau Sapi?

Aqiqah memang bukan ibadah wajib, melainkan sunnah muakkad. Namun, apabila diberi kelapangan rezeki, sudah sepatutnya aqiqah diselenggarakan pada waktu-waktu yang disyariatkan: hari ke-7,14, atau 21 setelah kelahiran anak. Aqiqah ditandai dengan penyembelihan hewan atau dalam hal ini umumnya kambing. Tetapi bagaimana hukumnya jika hewan untuk aqiqah bukanlah kambing? Sapi ata unta misalnya. Apakah aqiqah tersebut dianggap sah?

            Tidak Boleh

Bila berpedoman pada ulama-ulama dari madzhab Al-Malikiyah dan Dzahiri, aqiqah yang diselenggarakan dengan pemotongan hewan selain kambing dianggap tidak sah. Ibnuazim yang mewakili madzhab Dzahiri mengatakan, “Tidak lah sah aqiqah seseorang melainkan hanya dengan apa-apa yang dinamakan kambing, Baik itu berupa kambing benggala ataupun kambing biasa. Tidaklah cukup hal itu digantikan dengan yang lain termasuk unta dan sapi.”

Dalam sebuah riwayat dikisahkan, Abdurrahman bin Abu Bakar dikaruniai seorang bayi laki-laki. Atas kelahiran bayi tersebut, ia hendak mengaqiqahkan dengan seekor unta. Namun Aisyah berkata, “Aku berlindung kepada Allah, seperti yang dikatakan oleh Rasulullah, aqiqah untuk anak laki-laki adalah dua ekor kambing yang sepadan.”

            Diperbolehkan

Sementara ada sebagian pendapat yang memperbolehkan hewan untuk aqiqah selain kambing, yakni ulama-ulama dari kalangan madzhab As-Syafi’iyah, Al Hanafiyah, dan Al-Hanabilah. Mereka sepakat menyatakan aqiqah menggunakan sapi atau unta tetap sah. Sebab dalam salah satu sabda Rasulullah, tidak dikemukakan jenis hewan yang harus disembelih. Dengan kata lain, pilihannya bebas selama itu berupa hewan yang biasa digunakan untuk ibadah qurban.

            “Seorang bayi itu tergadaikan karena aqiqahnya, pada hari ketujuh disembelihlah hewan, dicukurambutnya dan diberi nama.”

Dalam hal ini sapi dan unta juga hewan merupakan hewan yang biasa digunakan untuk ibadah, contoh qurban. Ukurannya lebih besar dan harganya lebih mahal. Maka persembahan yang nilainya lebih besar tentu saja diperbolehkan. Bahkan, dalam Kitab Kifayatul Akhyar telah disebutkan bahwa aqiqah menggunakan unta atau sapi gemuk lebih utama dibandingkan dengan kambing.

            Pengolahan Daging Sembelihan

Daging sembelihan untuk aqiqah boleh dibagikan dalam keadaan mentah, namun sangat jarang terjadi. Umumnya daging diolah dalam bentuk makanan terlebih dahulu baru kemudian dibagi-bagikan atau disantap bersama. Pengolahan daging sembelihan dapat dipercayakan pada jasa catering yang biasa menangani acara aqiqah. Khusus wilayah Jabodetabek, bisa melalui jasa Ummi Aqiqah yang sudah terkenal dan tepercaya. Untuk cara order aqiqah atau informasi-informasi lainnya yang dibutuhkan seputar penyelenggaraan aqiqah dapat diakses melalui website resmi www.ummiaqiqah.com.

Ummi Aqiqah memberikan service berupa pemilihan hewan kurban dengan kondisidan harga terbaik, pengolahan daging sesuai yang menu yang diinginkan, hingga pendistribusiannya. Sangat cocok bagi siapa saja menyukai kepraktisan.

.

Bagikan kabar baik ini :)

Tentang Penulis

ummiaqiqah