Hukum Aqiqah Dengan Berhutang, apa boleh?

Hukum Aqiqah Dengan Berhutang

Aqiqah merupakan bagian dari ibadah yang hukumnya sunnah muakkad. Walaupun bukan perintah wajib, namun seorang muslim hendaknya menghidupkan sunnah-sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan harapan memperoleh pahala dan kebaikan-kebaikan lain, guna mempermudah langkah kita di dunia dan dan akhirat kelak. Begitu pula halnya dengan aqiqah.  Aqiqah sangat ditekankan bagi mereka yang mampu (terutama dalam hal finansial).

Untuk itu, bagi yang berkemampuan hendaknya tidak menunda-nunda pelaksanaannya. Manfaatkan waktu-waktu paling utama beraqiqah, yakni saat anak berusia 7 hari, atau 14 hari, atau 21 hari. Namun bagaimana hukum aqiqah dengan berutang terlebih dahulu? Apakah diperbolehkan atau haram? Berikut penjelasannya.

Menurut sebagain besar ulama, aqiqah dengan berutang diperbolehkan. Seperti yang dikatakan ulama ahlus sunnah, Imam Ahmad Ibn Hanbal, ”Apabila dia tidak memilki uang lantas berutang kepada orang lain, maka aku memohonkan kepada Allah semoa Ia memberikan ganti untuknya karena ia telah menghidupkan sunnah – sunnah sang Nabi”. (Kital Al-Mughni, Ibnu Qudamah).

Tetapi, ada ketentuan-ketentuan khusus yang harus dipenuhi agar hukum berutang ini tidak menjadi haram. Ketentuan-ketentuan yang dimaksud ialah:

  1. Punya sumber penghasilan. Orang yang punya sumber penghasilan tapi belum mampu menyelenggarakan aqiqah pada waktu-waktu yang utama, sementara ia ingin bersegera. Supaya hajatnya dapat terlaksana tepat waktu, maka ia boleh mencari pinjaman (utang) terlebih dahulu. Keringan ini dikarenakan adanya keyakinan ia dapat melunaskan utang-utangnya dari sumber penghasilan yang dimiliki. Sehingga utang ini tidak menjadi beban dan mudharat bagi dirinya juga orang yang mengutanginya.
  2. Tidak berutang dengan sistem riba. Kegiatan riba sangat dibenci oleh Allah sehingga haram dilakukan. Haram dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu lil zatihi (haram karena zatnya) dan li gairihi (haram bukan karena zatnya, melainkan sesuatu yang lain. Berutang dengan sistem riba dengan tujuan menunaikan aqiqah tergolong dalam haram li gairihi. Aqiqahnya tidak haram, tetapi dana yang dipakai untuk menyelenggarakannya haram. Dengan adanya unsur haram dalam pelaksanaan aqiqah berakibat pada timbulnya dosa bagi orang yang melakukannya.

Biaya Aqiqah Murah

Sebenarnya, aqiqah tidak ada hubungannya dengan bermewah-mewahan. Hanya saja, terkadang sebagian orang senagaja mengadakannya besar-besar. Sehingga terkesanlah aqiqah sebagai ibadah yang membutuhkan banyak dana seperti haji.

Padahal, hakikat aqiqah hanyalah menyembelih hewan (kambing/domba/sapi/unta), lalu dagingnya diolah menjadi makanan dan dibagi-bagikan untuk orang lain agar dapat ikut menikmatinya. Saat ini urusan aqiqah malah lebih mudah berkat adanya jasa layanan aqiqah. Contohnya Ummi Aqiqah.

Layanan ini menawarkan harga aqiqah yang cukup ekonomis dengan hasil yang memuaskan. Untuk informasi cara order aqiqah dan lainnya, silakan akses ke website www.ummiaqiqah.com. Ummi Aqiqah akan memberikan solusi terbaik untuk Anda yang bermaksud mengadakan aqiqah, tapi enggan ribet dan dana terbatas.

Tunggu apa lagi? Bersegeralah dalam menunaikan ibadah.

Bagikan kabar baik ini :)

Tentang Penulis

ummiaqiqah