Perlukah Aqiqah Untuk Orang Tua Yang Sudah Meninggal Dilakukan?

Perlukah Aqiqah Untuk Orang Tua Yang Sudah Meninggal Dilakukan?

Ini pengalaman yang cukup sering dialami umat muslim dalam kehidupan sehari-hari. Hasrat berbakti kepada orang tua yang begitu besar, terkadang membuat ahli waris yang ditinggalkan melakukan hal-hal yang sebetulnya menyimpang dari ajaran agama. Misal, menghias makam dengan bentuk yang berlebih-lebihan dengan maksud agar indah dipandang. Begitu juga dengan membuat perayaan hari ulang tahun sementara orang yang bersangkutan sudah meninggal dunia.

Lantas, bagaimana pula penyelenggaraan aqiqah untuk orang tua yang sudah meninggal? Apakah perbuatan tersebut diperbolehkan atau justru semacam hal yang sia-sia belaka?

Dalam ajaran agama Islam, aqiqah disyariatkan untuk kelahiran anak. Dilakukan dengan cara menyembelih hewan tertentu, seperti kambing, sapi, atau unta. Waktu penyelenggaraannya memang tidak terbatas, tetapi yang paling utama adalah ketika anak berusia tujuh hari. Apabila pada waktu yang dimaksud orang tua si anak belum memiliki kemampuan melaksanakannya, maka aqiqah boleh dilangkau per 7 hari berikutnya, yakni hari ke-14 atau 21. Lewat daripada itu juga tak mengapa, hanya saja kita tidak mendapatkan keutamaan sebagaimana aqiqah pada hari ke-7, 14, atau 21. Karena tidak ada batasan waktu, jangan heran ketika ada anak yang baru beraqiqah saat telah baligh.

Pada dasarnya, sunnah aqiqah ditujukan pada orang tua kandung dari anak yang dilahirkan, terutama ayah. Namun, bila orang tua tidak mampu mengaqiqahkan sampai anak tersebut baligh, maka anak boleh mengaqiqahkan dirinya sendiri apabila mampu.

Begitu pula dengan anak yang ingin menunaikan aqiqah untuk orang tua yang sudah meninggal. Walau itu bukan bersifat keharusan dan tidak ada satupun ayat atau hadist yang memberikan perintah tersebut pada anak atau ahli waris agar mengaqiqahkan orang tua, namun para ulama sepakat perbuatan tersebut boleh saja dilakukan selama tidak memberatkan anak/ahli waris. Namun esensi dari aqiqah untuk orang tua bukan lagi sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran mereka, melainkan lebih kepada sedekah.

            Hewan Untuk Aqiqah

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, hewan sembelihan untuk penyelenggaraan aqiqah dapat berupa kambing, sapi, dan unta. Akan tetapi umumnya di Indonesia menggunakan kambing. Boleh kambing jantan ataupun betina, asal kondisinya sehat dan cukup umur untuk disembelih.  Untuk anak laki-laki membutuhkan 2 ekor kambing. Sedangkan anak perempuan cukup satu.

Untuk warga Jabodetabek yang tidak punya waktu mengurus segala sesuatu berkenaan dengan penyelenggaraan aqiqah, percayakan saja pada Ummi Aqiqah. Jasa aqiqah ini melayani pembelian hewan aqiqah, penyembelihan hewan aqiqah, pengolahan daging menjadi menu siap santap, hingga pendistribusiannya dengan harga aqiqah yang ekonomis serta bisa dengan cara melakukan tabungan aqiqah.

Cara order aqiqah, harga paket, dan informasi selebihnya mengenai Ummi Aqiqah, silakan akses websitenya di www.ummiaqiqah.com. Siapa tahu Anda berencana mengadakan aqiqah untuk buah hati, diri sendiri atau orang yang anda cintai dalam waktu dekat ini. Semoga bermanfaat 🙂

Bagikan kabar baik ini :)

Tentang Penulis

ummiaqiqah